Reksa Dana

reksa danaReksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manejer investasi. (UU No. 8 tentang Pasar Modal).

Investor atau masyarakat pemodal yang menginvestasikan dananya pada reksa dana akan mendapatkan bukti atas pembelian reksa dana yang dikenal dengan unit penyertaan

Dari defenisi di atas ada beberapa karakteristik yang ada pada reksa dana yaitu:

–          Adanya kumpulan dana dan pemilik dimana pemilik reksa dana adalah berbagai pihak yang meinginvestasikan atau memasukkan dananya ke reksa dana dengan berbagai variasi. Artinya investor reksa dana dapat berupa orang perorangan atau lembaga dimana pihak tersebut melakukan investasi ke reksa dana sesuai dengan tujuan investor tersebut.

–          Dana tersebut diinvestasikan kepada efek yang dikenal dengan instrument investasi. Dana yang dikumpulkan dari masyarakat tersebut diinvestasikan ke dalam instrument investasi seperti rekening koran, deposito, surat utang jangka pendek yang dikenal dengan Repurchase Agreement (REPO), Commercial Paper (CP/Promissory Notes(PN), surat utang jangka panjang seperti Medium Term Notes (MTN), Obligasi dan Obligasi Konversi dan efek saham maupun efek yang beresiko tinggi seperti opsi, future dan sebagainya.

–          Reksa dana tersebut dikelola oleh manejer investasi. Manejer investasi ini dapat diperhatikan dari dua sisi yaitu sebagai lembaga dan sebagai perorangan. Sebagai lembaga harus mempunyai izin perusahaan untuk mengelola dana dari BAPEPAM. Perusahaan tersebut dapat mempunyai izin mengelola reksa dana harus mempunyai orang-orang yang mempunyai izin mengelola reksa dana.

–          Reksa dana merupakan instrument investasi jangka menengah dan panjang. Jangka menengah dan panjang ini merupakan refleksi dari investasi reksa dana tersebut karena umumnya reksa dana melakukan investasi kepada investasi jangka panjang seperti Medium Term Notes (MTN), obligasi dan saham.

–          Reksa dana merupakan produk investasi yang beresiko. Beresikonya reksa dana karena karena oleh instrument investasi yang menjadi portofolio reksa dana tersebut dan pengelola reksa dana atau manejer investasi yang bersangkutan. Beresikonya reksa dana karena harga instrument portofolio yang berubah setiap waktu. Bila reksa dana tersebut berisikan obligasi maka kebijakan pemerintah (Bank Indonesia) menaikkan tingkat bunga akan membuat harga obligasi mengalami penurunan. Tindakan dari manejer investasi baik yang disengaja ataupun tidak disengaja juga bisa menyebabkan reksa dana tersebut beresiko.

Jenis-jenis reksa dana dilihat dari sifatnya:

1.      Reksa dana tertutup

Reksa dana tertutup adalah reksa dana yang transaksi perdagangan unit penyertaan dilakukan melalui bursa saham. Dimana unit pernyataan reksa dana tertutup ini sama seperti saham sehingga pemegang saham reksa dana tertutup harus menjual ke bursa melalui broker saham untuk mendapatkan dananya. Jumlah saham reksa dana tertutup tidak berubah dari waktu ke waktu kecuali adanya tindakan perusahaan. Harga saham reksa dana tertutup bervariasi sesuai dengan portofolionya. Reksa dana tertutup ini sudah tidak ada di Indonesia.

2.      Reksa dana terbuka.

Reksa dana terbuka yaitu reksa dana dimana pemegang unit menjual unitnya langsung kepada manejer investasi terkecuali Exchange Traded Fund (ETF). Manejer investasi wajib membeli unit penyertaan yang dijual kembali oleh investor.

Berdasarkan jenis investasi reksa dana dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1.      Reksa dana pasar uang, yaitu dana dari investor diinvestasikan pada instrumen pasar uang oleh manejer investasi.

2.      Reksa dana obligasi, yaitu reksa dana yang diinvestasikan pada obligasi dan sekitar 5 persen sampai 10 persen diinvestasikan pada pasar uang/kas untuk menjaga penarikan dari investor.

3.      Reksa dana saham, yaitu reksa dana yang dananya hampir seluruhnya diinvestasikan pada saham dan sekitar 5 persen sampai 10 persen diinvestasikan pada kas atau pasar uang untuk menjaga adanya penarikan dari investor.

4.      Reksa dana campuran, yaitu reksa dana yang dananya diinvestasikan pada saham, obligasi, pasar uang dan sejumlah kas untuk berjaga-jaga kalau-kalau ada investor yang ingin keluar.

Klasifikasi reksa dana menurut resiko dan tingkat pengembalian dari reksa dana tersebut adalah sebagai berikut:

1.      Reksa dana pasar uang (RDPU)

2.      Reksa dana obligasi

3.      Reksa dana campuran

4.      Reksa dana pertumbuhan agresif

Reksa dana yang mempunyai resiko paling rendah dan tingkat pengembalian rendah adalah reksa dana pasar uang, kemudian yang mempunyai resiko dan tingkat pengembalian lebih tinggi adalah reksa dana obligasi. Reksa dana yang mempunyai resiko dan tingkat pengembalian lebih tinggi lagi disebut reksa dana campuran yaitu campuran antara instrument saham dan instrument berpendapatan tetap. Kemudian reksa dana yang mempunyai resiko tinggi dan tingkat pengembalian tinggi disebut dengan reksa dana pertumbuhan agresif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s